Walaupun kritik keras sudah diberikan banyak pihak dari dulu, ternyata pelaksanaan Ospek di beberapa kampus negeri ataupun swasta tetap gitu-gitu mulu. Ospek cuma jadi ajang kakak-kakak tingkat unjuk gigi, atau ajang alumni-alumni kurang sukses yang ingin nampang lagi alih-alih kangen kampus.
Bocoran, ujung-ujungnya Ospek hanya akan berkutat pada drama senior protagonis-netral-antagonis versus anak baru yang dianggap dungu-caper-sok tahu. Di akhir acara para senior pasti akan bilang, “Ospek ini demi kalian adik-adik tersayang, kakak-kakak di sini sudah berkorban!"
Klise.
Makanya, jangan sampai kalian baper atau malah trauma gara-gara Ospek. Rugi besar. Pahami saja peta pertarungan kekuasaannya. Daftar ini mencatat semua aktor penting Ospek yang akan berpengaruh dalam kehidupan kuliahmu, selain teman seangkatan. Manusia-manusia dalam daftar ini pasti ada di hadapan maba. Ospek ibaratnya habitat asli mereka. Niscaya, panduan ini akan membuat kehidupan kalian lebih woles, tanpa perlu merana hanya karena Ospek.
Sumber: Hipwee
1. Senior protagonis yang koar-koar kalau Ospek zamannya dulu jauh lebih seram.
Senior Ospek macam ini bisa kita dekati kalau kebetulan satu kosan. Dalam Ospek, perannya protagonis biasanya ada di divisi medik atau divisi lainnya yang menghibur. Tipe seperti ini, biasanya mereka sering koar-koar kalau Ospek kamu itu “enggak ada apa-apanya” dibandikan Ospek zaman mereka. Biasanya senior jenis ini koar-koar begitu dengan tujuan ingin dilihat sebagai jebolan angkatan yang paling “strong” sama adik-adik kelasnya.
Respons kamu sebaiknya ngangguk-ngangguk aja dulu, iya-iya-in aja. Bikin hatinya senang. Informasi berguna biasanya datang dari senior ini kalau kamu bisa rebut hatinya. Kehadiran mereka membantumu untuk dapat info soal senior mana yang kejam atau bakal ada tugas gila apa di hari-hari Ospek mendatang.
Sumber: Kompasiana
2. Senior yang kebetulan kamu kenal dekat sejak lama
Biasanya bakal ketemu seniormu dari SMA, Mereka relatif enggak bisa diandalkan, jadi enggak perlu SKSD. Kenapa? Soalnya manusia tipe ini biasanya enggak gabung jadi panitia Ospek. Mereka cuma senyam-senyum cekikikan dari kejauhan sambil liatin kita yang lagi disuruh jalan nunduk. Pepet mereka baru setelah Ospek aja, palak buku-buku diktat penting atau materi kuliah umum tahun lalu. Dalam hal ini, baru mereka berguna.
3. Senior yang merasa dirinya paling populer, tamvan, atau cantik
Biasanya orang ini akan muncul sebagai tokoh antagonis yang muncul pada saat puncak acara. Kelihatannya mereka ini harmless. Tapi terkadang emang ganteng / cantik banget sih hehe ,cuma jangan salah, tipe senior begini bukan hanya yang ganteng, melainkan juga narsisis. Golongan lelaki yang sadar akan ketamvanannya, akan berupaya keras membuktikan “maskulinitasnya dan powernya” dengan memacari salah satu anak baru yang juga paling popular. Abis itu lebih parahnya lagi bisa cepet gonta ganti.. Orang seperti ini biasanya enggak berguna bagi kamu, dan enggak banyak ngaruhnya bagi hidupmu. Cuma ngeliatnya jijik aja. Empat tahun kuliahmu jauh lebih penting dibanding menghadapi manusia macam ini. Sebisa mungkin, hindari mereka di habitat aslinya. Pura-pura bego pas mereka lewat. Kalau ditanya ya jawab sesingkat mungkin.
4. Alumni yang rajin datang ke Ospek tahunan
Alumni jenis ini, yang nongol terus bahkan ikutan makrab, terkadang membuat anak-anak baru bingung. Pilihannya cuma dua. Antara mereka emang sukses dan ingin menebar inspirasi agar terlihat cool, atau emang mereka enggak punya kerjaan dan mencari eksistensi dirinya lewat pengakuan adik-adik kelas. Dua-duanya tidak bagus untuk kesehatan mental kalian. Jadi, seperti manusia tipe sebelumnya, abaikan senior macam ini. Jangan terbuai dengan ucapan mereka yang penuh nostalgia. dan paling penting, jangan jadi alumni macam gini .
Sumber: Okezonenews
5. Alumni yang jadi dosen di kampus itu sendiri
Posisinya abu-abu. Mereka pura-pura baik dan heroik di depan anak-anak baru. Di balik layar, mereka tak jarang punya peran sentral mengatur pola serangan dan pertahanan senior terhadap junior. Sulit dipercaya, tapi manusia jenis ini memang bukan sekutu maba. Mereka lebih sering membela panitia kalau terjadi sengketa sewaktu ospek. Biasanya alumni tipe ini dijauhi oleh para mahasiswa.
6. Para orang tua yang mengawasi dari kejauhan
Inilah sekutu sejatimu. Akan ada beberapa kelompok orang tua yang mengawasi kampus lokasi Ospek anak-anaknya. Mereka akan berkamuflase di mobil atau warung kaki lima seharian, mengawasi, memastikan anak-anaknya tidak diospek se-militeristik mereka dulu. Mereka merasakan langsung brengseknya Ospek era OrBa. Beruntunglah kalian Gen Z, tidak harus mengikuti jejak mereka.
7. Teman seangkatanmu yang enggak ikut Ospek.
Biasanya temen tipe gini bakal nongol ketika sudah masuk kelas sambil santai mengatakan "Buat apa Ospek panas-panasan, mending gw dirumah" Ini baru SIKAP! Segera pepet dan jadikan orang macam ini teman. Dia akan jadi tokoh besar. Karena dia punya prinsip dan berani tampil beda.
Sumber: Politeknik Pajajaran
Semoga Indonesia beberapa tahun kedepan sudah bisa meniadakan kekerasan di dalam sistem pendidikannya ya, apalagi ini akan berpengaruh kepada mental health anak didik yang masih dalam usia labil.
--------------------------------------------------------------------------------------
Bingung memilih tas yang pas saat masuk kuliah?
#MulaiBersamaPulcher
#KisahHariIni
#mahasiswaaktivis #milenials #anakkampus #receh
#mahasiswaaktif #ceritacinta #kataromantis #kocak
#aktivismahasiswa #unpar #recehkantwitter #sedih
#anakkosan #sindiranhalus #puisimalam #cinta
#anakkampuskece #mantanterindah #milenial #wisuda
#awalbulan #bucinberkelas #90an #bem
#dramamahasiswa #ceritamahasiswa #MOS #ospek #senioritas





Tidak ada komentar:
Posting Komentar